MODEL ASSESSMENT CENTER UNTUK PENGUKURAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM YANG BERMUARA KEPADA KUALITAS GURU LEBIH MUMPUNI.
     Hari ini, Selasa 22 Juki 2025, Universitas Islam Jakarta UID bertempat di Aula Masjid Bab Al Rasyidi Kampus UID,kembali menggelar Sidang Promosi Doktor Pendidikan Agama Islam , dengan promovenda SRI MULYANI NASUTION.
Primovenda dalam sidang promosi doktor dengan disertasi PERANCANGAN MODEL ASSESSMENT CENTER UNTUK PENGUKURAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Disertasi diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Ujian Sidang Terbuka Guna memperoleh gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta .
    Promovenda SRI MULYANI NASUTION , menjelaskan penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan model Assessment Center untuk mengukur kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam PAI sebagai upaya mendukung pengembangan kompetensi guru PAI yang bermuara pada kualitas guru PAI yang lebih mumpuni. Sri Mulyani Nasution lebih lanjut, sebelumnya merancang model Assessment Center dan menentukan ukur dalam bentuk simulasi untuk masing masing guru PAI. Model Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan desain Research & Development R&D dengan langkah langkah utama untuk merancang atau pengembangan model yang mengacu pada siklus R & D dari Borg & Call.
Sri Mulyani Nasution lebih lanjut, mengatakan uji coba kredibilitas penelitian dilakukan terhadap partisipasi yang terdiri atas, Expert sebagai partisipan untuk uji coba awal. Guru PAI dan asesor sebagai partisipan untuk uji coba lapangan. Promovenda, Sri Mulyani mengatakan penelitian berhasil membuat rancangan model kompetensi guru PAI dan rancangan simulasi/tools untuk Assessment Center.
   Sri Mulyani Nasution, menjelaskan di tengah dinamika perubahan yang cepat dan kompleks penguasaan kompetensi menjadi aspek krusial dalam strategi pengembangan sumber daya manusia termasuk Pendidikan Agama Islam. Kompetensi tidak hanya menjadi syarat profesional tetapi juga fondasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu pemetaan kompetensi Guru PAI menjadi langkah strategis yang perlu dilakukan oleh sekolah maupun organisasi yang menaungi.
Selain itu,di katakan Model Assessment Center yang dirancang untuk lingkungan Guru PAI dapat membawa perubahan paradigma dalam memandang profesi guru . Melalui model tersebut guru PAI dapat lebih mengenali kekuatan serta area pengembangan dalam dirinya.
Assessment Center diharapkan mampu mengatasi hambatan-hambatan melalui pendekatan yang lebih relevan, kontekstual fan inovasi. Assessment center bukan hanya akat ukur, melainkan juga metode pengembangan berfikir kritis yang mendorong guru untuk mencari solusi atas berbagai masalah pembelajaran.
Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof.Dr.DEDE ROSYADA.MA. Kepada awak media , mengatakan, promovenda Sri Mulyani Nasution, perancangan model Assessment Center ada 7 komponen yang di ukur diantara nya kecerdasan umum, kemampuan mendesain, materi pembelajaran, dan motivasi untuk ke unggul berkelanjutan. Jika hasilnya unggul dan bisa menjadi seorang guru yang unggul di sekolahnya ,jadi guru pembina di sekolahnya. dalam bidang bidang yang di ukur itu ,misal. Etika dan moralitas serta kemampuan manajerialnya. Dengan demikian satu lagi UID berkontribusi pada dunia akademik menghasilkan instrumen untuk mengukur keprofesionalan test guru dengan tujuh variabel yang kita ukur.
Ketua Ujian Doktor , Universitas Islam UID Jakarta yang juga Rektor UID,Prof.Dr.Ir. Raihan,M.Si, menjelaskan promovenda Sri Mulyani Nasution yang latar belakangnya seorang Psikolog, tentu telah memberikan nuansa dalam meningkatkan kompetensi guru melalui metode assessment center di disitu membuat ukuran ukuran tertentu agar kompetensi khususnya guru Agama bisa meningkatkan. Untuk itu Raihan berharap doktor sri Mulyani Nasution bisa menyampaikan kepada pemerintah dalam hal ini kementerian Agama memberikan input, masukan bagaimana meningkatkan kompetensi guru Agama tentunya dengan hasil yang di uji cobakan di di sertasi ini.
Tim penguji program doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta yang terdiri dari 6 orang satu diantaranya penguji eksternal Prof.Dr.FADHILAH SURALAGA,M.Si Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyatakan Sri Mulyani Nasution dinyatakan lulus sangat memuaskan dan berhak menyandang gelar Doktor, Sri Mulyani Nasution merupakan lulusan ke 72 Program Doktor Universitas Islam Jakarta. ( as )
| Penulis | : Priyono |
| Editor | : Priyono |