KABAR | PENDIDIKAN

Modernisasi Pendidikan Hijamah (Bekam), Aminah Syafaah Raih Doktor dari UID

SKIH / ISTIMEWA

Modernisasi Pendidikan Hijamah (Bekam), Aminah Syafaah Raih Doktor dari Universitas Islam Jakarta

Mahasiswa Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, Aminah Syafaat dalam ujian terbuka guna memperoleh Gelar Doktor yang diuji pada Selasa 18 Agustus 2026 akhirnya berhasil dengan predikat Amat Baik atau Sangat Memuaskan dan menjadi lulusan Universitas Islam Jakarta Program Doktor Yang Ke 97.

Dr Aminah Syafaah menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan lebih kepada pendidikannya, bukan tehnis bekamnya, yaitu tentang Kurikulum pendidikan Hijamah yang nantinya bisa digunakan bagi Lembaga Pelatihan atau Lembaga Kursus dan diharapkan bisa menjadi standar nasional dalam pendidikan Hijamah atau Bekam itu sendiri.

Bagaimana temen-temen bisa menguasai tentang anatomi tubuh manusia juga kita harus tau tentang keselamatan pasien, keselamatan para terapisnya, sehingga di sana harus ada Bagaimana cara menyelamatkan pasien itu. contohnya satu alat diskusible atau sekali pakai, kan tidak boleh bergantian terus, kemudian bagaimana caranya invisi torehannya, seperti apa ada di Pembuluh darah yang mana ? atau di kulit yang bagaimana ?, ungkap Dr Aminah Syafaah.

Dimana penelitian tersebut telah modernisasi Pendidikan Hijamah (Bekam) Berbasis Bukti dalam Sistem Kesehatan Nasional, dimana penelitian dilakukan untuk mengonstruksi konsep modernisasi pendidikan Hijamah (Bekam) berbasis bukti dalam sistem kesehatan nasional, serta menganalisis implementasinya melalui integrasi prinsip syariah dan standar ilmiah, dan mengkaji fungsinya dalam memperkuat kompetensi terapis dan meningkatkan mutu pelayanan serta menjelaskan implikasi modul pendidikan yang dikembangkan terhadap profesionalisme, keselamatan pasien, dan kepercayaan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep modernisasi pendidikan Hijamah dikonstruksi melalui integrasi landasan syariah, bukti ilmiah, kurikulum berbasis kompetensi, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, sertifikasi profesi, serta regulasi kesehatan nasional. Kedua, implementasinya dilaksanakan melalui pembelajaran teori dan praktik klinis yang mencakup penilaian bukti ilmiah, skrining pasien, penerapan prosedur operasional standar, penggunaan alat steril dan sekali pakai, dokumentasi tindakan, evaluasi kompetensi, serta mekanisme rujukan medis. Ketiga, modernisasi pendidikan tersebut berfungsi memperkuat kompetensi keilmuan, klinis, syariah, dan profesional terapis sekaligus meningkatkan standardisasi, akuntabilitas, dan mutu pelayanan Hijamah. Keempat, modul yang dikembangkan berimplikasi positif terhadap peningkatan profesionalisme terapis, kepatuhan terhadap prinsip keselamatan pasien, pencegahan infeksi dan risiko tindakan, serta penguatan kepercayaan publik terhadap Hijamah sebagai pelayanan kesehatan komplementer yang aman, berbasis bukti, sesuai syariah, dan mendukung sistem kesehatan nasional, ungkap Dr Aminah Syafaah.

Usai sidang terbuka program Doktor, Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Raihan mengaku bersyukur hari ini Dr Aminah Syafaah telah lulus dalam promosi Doktor sebagai Lulusan program Doktor Universitas Islam Jakarta yang ke 97, dengan keunikan menampilkan Desertasi tentang Modernisasi Pendidikan Hijamah atau Bekam yang menjadi pengobatan alternatif dalam kesehatan di Indonesia, dimana pengobatan yang dalam Islam ini perlu di promosikan, karena Bekam pada kenyataannya bisa menurunkan kolesterol, gula darah serta gangguan kesehatan lainnya, untuk itu sudah seharusnya pemerintah mengakui tentang bekam sebagai pengobatan alternatif di Indonesia, pintanya.

Sementara Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dede Rosyada juga mengapresiasi karya penelitian Dr Aminah Syafa’ah yang mengangkat tentang Hijamah atau Bekam, dimana pengobatan Bekam sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi, dan dalam penelitiannya bagaimana bisa dilakukan dengan cara pengobatan yang lebih modern hingga bisa melindungi baik itu pasien maupun terapisnya, untuk itu kita berharap Bekam ini bisa diakui oleh Pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan sebagai media pengobatan alternatif di Indonesia, karena memang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pengobatan alternatif, ungkap Prof. Dede Rosyada. (Red)

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending