KABAR | NASIONAL

ORMAS SOLIDARITAS NASIONAL KEBHINEKAAN BERSATU atau disingkat (SNKB)

SKIH / ISTIMEWA

ORMAS SOLIDARITAS NASIONAL KEBHINEKAAN BERSATU atau disingkat (SNKB)

Berdiri di atas Kontitusi (SK Kemenkumham)

Sejarah SNKB
Punya bukti dipanggung Nasional, kader didengar tokoh bangsa bukan cuma teriak di jalanan.
SNKB di undang Oleh Pemimpin Pondok pesantren Al-Zaitun Syekh Panji Gumilang, DPP SNKB hadir di pondok pesantren Al-Zaitun Menyampaikan orasi dengan Thema "HAKEKAT BANGSA INDONESIA: KEBHINEKAAN, bukan Mayoritas dan Minoritas.
SNKB tidak mengenal mayoritas hanya kenal Indonesia.
Stop sebut Minoritas
Stop merasa paling Mayoritas.
Di Indonesia cuma hanya 1 Kasta: WARGA NEGARA.

Kebhinekaan harga mati

SNKB tolak: Devide et Impera.

Bukan Mayoritas dan Minoritas.

Kebhinekaan semua setara di mata Garuda
Jawa,sunda, Papua, Islam, Kristen, Hindu,Budha, Konghucu adalah 1 Indonesia.

Mayoritas -Minoritas politik pecah belah penjajah Devide et Impera.
Ruh Pancasila sila ke 3 dan Sumpah Pemuda 1928.

SNKB didengar di Forum resmi bukan ormas pinggir jalan.

SNKB dari mimbar Ulama untuk persatuan Bangsa.
SNKB adalah ormas merangkul bukan memukul.
SNKB bukan pemecah belah
SNKB adalah penjahit Merah Putih.
SNKB menjaga Kebhinekaan merupakan Jihad Konstitusi.
SNKB main di level dialog vorum diskusi resmi bukan rapat liar.

KEBHINEKAAN bukan wacana di atas kertas
KEBHINEKAAN adalah Kaki yang melangkah ke rumah saudara sebangsa.

SNKB datang ke pusat Pendidikan, Pengembangan, Budaya Toleransi dan Perdamaian Al-Zaitun.

SNKB Toleransi dipraktekkan ngga cuma Slogan tapi Silaturahmi nyata.

Putih merah bukan sekedar seragam tapi sumpah setia pada Rakyat

SNKB Berbagi
Sesuai dengan Hadits Riwayat Ahmad: Sebaik -baik manusia adalah bermanfaat bagi manusia (HR.Ahmad)

SNKB bukan Ormas Papan Nama tapi Kerja nyata bantu rakyat kecil.
SNKB nggak cuma koar -koar NKRI
SNKB hadir pas Rakyat cianjur kena Gempa kader kami hadir bawa beras bukan bawa Bendera.

# SNKB cintadamai
#Toleransibukanbasabasi
#Alzaitun
# Kebhinekaanbersatu.

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending