KABAR | PENDIDIKAN

TRISHCO 2025: AJANG BERGENGSI INTERNASIONAL DI DUNIA PENDIDIKAN PARIWISATA

SKIH / ISTIMEWA

TRISHCO 2025: AJANG BERGENGSI INTERNASIONAL DI DUNIA PENDIDIKAN PARIWISATA

Jakarta, Institut Pariwisata Trisakti sukses menyelenggarakan ajang bergengsi tahunan bertajuk International Trisakti Hospitality Competition (TRISHCO) 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan Dies Natalis ke-56 Institut Pariwisata Trisakti dan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 11 hingga 12 Juni 2025 di Kampus Institut Pariwisata Trisakti, Jakarta.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Institut Pariwisata Trisakti Agus Riyadi, SST.Par., M.Sc., Ph.D. dalam kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa kompetisi ini merupakan bentuk komitmen Institut Pariwisata Trisakti dalam mengembangkan standar keunggulan pendidikan dan keterampilan kepariwisataan di level global. TRISHCO 2025 diikuti oleh 500 peserta dari 45 perguruan tinggi dan 51 sekolah menengah, baik nasional maupun internasional. Dimana Peserta bukan saja dari Indonesia, namun ada yang turut serta dari 9 negara, yaitu Malaysia, Vietnam, Madagaskar, Tanzania, Aljazair, Sri Lanka, Mesir, Yaman dan Turki.

Rangkaian lomba dalam TRISHCO 2025 mencerminkan luasnya cakupan keahlian di sektor pariwisata dan perhotelan. Kegiatan lomba terbagi dalam dua kategori besar, yakni kompetisi luring dan kompetisi daring.
Lomba yang diselenggarakan secara luring di kampus mencakup; Tourism Vlog, Storytelling, Ide Bisnis Pariwisata, Futsal, Plating Dessert, Tari Kreasi dan Debat Pariwisata. Sementara itu, dua cabang lomba berskala akademik yang digelar secara daring dan ditujukan khusus bagi peserta dari perguruan tinggi adalah Poster Presentation serta Scientific Paper.

Para pemenang dari lomba tersebut akan mendapatkan hadiah berupa Uang Tunai, Piala dan juga Sertifikat yang berlaku untuk skala Nasional maupun Internasional.

Tak hanya menyelenggarakan perlombaan, ajang ini menjadi bentuk implementasi ilmu dari mahasiswa Program Studi Pengelolaan Perhotelan dan Kewirausahaan untuk membuka bisnis mereka di area kantin dengan jumlah 16 partisipan pengisi tenant.
Kombinasi kegiatan ini tidak hanya menekankan pada aspek keterampilan praktis, tetapi juga pengembangan intelektual dan kreatifitas generasi muda dalam menghadapi dinamika industri pariwisata global.

TRISHCO 2025 bukan sekedar ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan internasional antar Institusi pendidikan dan membangun semangat kompetitif yang sehat bagi seluruh peserta. Partisipasi dari berbagai negara dan wilayah membuktikan daya tarik dan pengakuan Internasional terhadap kapasitas pendidikan pariwisata di Indonesia, khususnya di bawah naungan Institut Pariwisata Trisakti.

Dengan semangat kolaborasi lintas negara dan penguatan kualitas SDM pariwisata, TRISHCO 2025 mampu menciptakan ruang ekspresi, inovasi, serta pembelajaran yang inspiratif bagi generasi muda. Institut Pariwisata Trisakti berkomitmen untuk terus menjadikan ajang ini sebagai bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan pariwisata Indonesia dan membangun reputasi akademik yang kompetitif serta memperluas kolaborasi secara global.

Kita bersyukur untuk peserta lomba Tari Kreasi serta debat pariwisata pesertanya meningkat, sehingga diharapkan membuka wawasan dalam pengembangan pariwisata serta memajukan bisnis Kepariwisataan maupun pendidikan pariwisata.

Dengan TRISHCO 2025 kita juga ingin mengedukasi peserta didik tingkat menengah agar mereka bisa mengetahui bisnis Pariwisata, dan peluang kerja maupun peluang usaha sektor pariwisata sangat tinggi. Bahkan kebutuhan tenaga pariwisata di luar negeri juga cukup besar, Seperti usaha perjalanan Umroh plus, yang dilanjutkan dengan perjalanan Wisata, saat ini membutuhkan pendamping perjalanan Umroh yang bersertifikasi pariwisata, juga pendamping Wisata umat Kristen ke Palestina maupun umat agama lain. Bagi para juara akan kita berikan kesempatan kuliah di Institut Pariwisata Trisakti berupa beasiswa dan pemotongan uang kuliah.

Kami juga menyertakan dunia usaha dalam Iven ini, baik usaha sektor pariwisata perhotelan, travel, industri makanan serta sektor industri lainnya, semoga sektor industri juga bisa mempekerjakan mereka setelah lulus nanti, karena industri sangat membutuhkan tenaga kerja yang kompeten dengan standar nasional maupun internasional.

Dalam penjurian kita juga melibatkan dewan juri dari luar negeri, seperti Malaysia, yang akan memberikan penilaian secara daring, agar benar-benar fair, ungkap Agus Riyadi, SST.Par., M.Sc., Ph.D. (Red)

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending