WARTA | DAERAH

Demo Tolak RUU HIP dan OMNISBUS LAW CIPTA KERJA

SKIH / ISTIMEWA

Demo Tolak RUU HIP dan OMNISBUS LAW CIPTA KERJA.

Makassar.Demontrasi dari berbagai elemen mahasiswa.serikat buruh dan masyarat sipil lainnya yang melakukan unjukrasa yang menuntut dan menolak RUU CIPTA KERJA dan RUU HIP berlangsung di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan fly over Makassar Kamis 16 Juli 2020.

Massa yang mengatasnamakan diri dari Front Oposisi Rakyat dan Mahasiswa (FORMASI) INDONESIA serta dari Elemen massa dari Gerakan Rakyat Makassar(GERAK MAKASSAR) mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dengan membawa spanduk yang bertuliskan tuntutan Penolakan atas pengesahan RUU OMNIBUS LAW-RUU CIPTAKARJA yang akan di bahas dan di sahkan oleh DPR-RI pada hari Kamis 16 juli 2020 di Jakarta. Dalam orasinya elemen massa pengunjukrasa ini bergantian menyapaikan tuntunan MENOLAK degan tegas atas rencana pengesahan kedua Undang Undang yang di nilainya bermasalah baik dari segi tujuan/dasar di bentuknya maupun subtansi dan proses pembuatan. Dalam pernyataan sikap Formasi Indonesia yang di sampaikan oleh pimpinan Umum Muktar Guntur K.menyampaikan beberapa hal terkait penolakan OMNIBUS LAW antara lain bahwa Omnibus Law RUU CIPTA KERJA dan rencana regulasi turunan yakni Peraturan Pemerintah dan peraturan Presiden.hampir semuanya buat investasi atau modal. untuk rakyat (buruh.tani.nelayan miskin kota.perempuan.masyarakat adat dan lingkungan) tidak jelas. Omnibus law sejatihnya adalah hanya untuk menyelamatkan krisis kapitalisme dan hanya menguntungkan para pemodal.

Omnibus law justru akan mempersempit ruang demokrasi rakyat.
Oleh karna itu dia menyeruhkan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk sama-sama menolak Omnibus Law sebagai konsep hukum yang akan kembali menjajah kita sebagai Bangsa yang berdaulat .. demikian pernyataa sikap dari FORMASI INDONESIA yang di tanda tangani oleh Muktar Guntur K selaku pimpinan Umum dari FORMASI INDONESIA.

Adapun pun tuntutan. mereka antara lain.
-Mendesak DPR-RI untuk menolak dan membatalkan pembahasan OMNIBUS LAW RUU Cipta Kerja.

-Mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak patuh pada kepentingan modal semata.tetapi pada kepentingan rakyat sebagai pemilik Negara ini.
Dengan menegakkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
-Menyeruhkan kepada seluruh rakyat Indonesia utk bersama-sama menolak OMNISBUS LAW.

Sementara itu massa aksi dari GERAK MAKASSAR menyeruhkan untuk melakukan aksi perlawanan atas kebijakan pemerintah yang menindak rakyat. Menyatakan SIKAP Menolak pembahasan dan pengesahan RUU Cipta Kerja.
Tuntutan mereka dalam pernyataan sikapx al.
-Meminta untuk memasukan kembali RUU PKS ke dalam Prolegnas 2020 dan segerah di sahkan.
-Menolak Dwifungsi TNI-POLRI
-Menolak PHK sepihak.
-Menolak Upah murah.
-menolak outschorsing & union busting.
-mewujutkan perlindungan sosial yang tranpormative.

Di akhir aksi mereka menyampaikan bahwa kalau Pemerintah dan DPR-RI Memasakkan mensahkan RUU tersebut maka kami akan melakukan perlawanan melalui aksi-aksi lanjutan.Laporan (S.Randuk)

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending