KABAR | PENDIDIKAN

Fajar Fathurahman Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam Dengan Nilai Cumlaude

SKIH / ISTIMEWA

Fajar Fathurahman Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam Dengan Nilai Cumlaude

Membagi Waris secara Islam menjadi kewajiban setiap Muslim, disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 180 Diwajibkan atas kamu, apabila ada ajal datang menjemput, sesorang diantara kamu jika meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. Sehingga Mawaris merupakan ilmu yang penting untuk dipelajari dan dipahami oleh setiap kaum Muslim, untuk itulah Promovendus Fajar Fathurahman menyusun desertasi yang diajukan untuk memenuhi salahsatu syarat Ujian Terbuka guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada Program Doktor Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Jakarta.

Judul dalam desertasi "Computational Thinking Belajar Mawaris Dengan Sistem Cerdas Berbasis Web" diuji didepan Senat UID, yaitu Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. (Rektor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. (Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta) serta anggota Penguji diantaranya Prof. Dr. Hj. Marhamah, M.Pd (Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Jakarta), Dr. H. Hamdan Rasyid, MA (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Serta Dr. H. Atabik Luthfi, MA (Dosen Tetap Program Pascasarjana Universitas Islam Jakarta). Serta Penguji dari luar, Prof. Dr. H. Murodi, MA (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), akhirnya Promovendus Fajar Fathurahman mampu meraih gelar Doktor PAI dari Universitas Islam Jakarta, dengan predikat Cumlaude.

Promovendus Fajar Fathurahman lebih lanjut menjelaskan, bahwa di Dunia Pendidikan ketentuan hukum Waris harus di pelajari oleh peserta didik, karena Pendidikan Agama Islam di sekolah dalam satu minggu hanya disediakan waktu 2 jam, dan dalam satu semester harus menyelesaikan semua, untuk itulah perlu dicarikan solusi meskipun waktu belajar singkat, namun peserta didik bisa mengerti kaidah secara rinci, detail dan tuntas serta dengan pemahaman yang lebih baik.

Diakuinya di Indonesia yang pluralis juga memiliki “Hukum Kewarisan Adat”, yang keadaannya dan sifarnya tidak tertulis, maksudnya masing-masing golongan memiliki hukum sendiri, dilihat dari bentuk etnis dan berbagai daerah lingkungan hukum adat, yang masih berhubungan erat dengan tradisi masyarakat hukum adat, namun sebagai umat Muslim, Ilmu Mawaris sangat penting dan krusial, karena jika tidak dijalankan atau menyalahinya akan mendapatkan kesengsaraan dan kesusahan di dunia serta akhirat, namun jika dijalankan dengan baik dan benar akan memberikan keselamatan dan kebahagiaan lahir dan batin di dunia dan akhirat, ungkap Fajar Fathurahman.

Sementara usai Sidang Ujian Terbuka Gelar program Doktor, Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. mengaku bersyukur hari ini Mahasiswa program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta bisa menyelesaikan tepat waktu, yaitu Dr Fajar Fathurahman sebagai lulusan ke 30, telah melakukan publikasi berkaitan dengan hak waris secara hukum Islam dengan aplikasi atau berbasis Web, dan berhasil meraih nilai Cumlaude.

Bahkan Dr Fajar Fathurahman juga memberikan tuntutan melalui aplikasi web, sehingga dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia, yang harus mengetahui tentang hak-hal waris, dalam Islam, paparnya. (red).

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending